[Berita dari Cik Gu Anggun]: PPL di Sekolah Tuanku Abdul Rahman, satu jalan membuka wawasan pendidikan…

Sekolah Tuanku Abdul Rahman (S.T.A.R) adalah Sekolah Menengah melayu pertama di Malaysia dan salah satu Sekolah Berasrama penuh di Ipoh, Perak, Malaysia. Di Sekolah inilah saya ditempatkan untuk menjalani Praktik Pengalaman Lapangan Antar Bangsa angkatan kedua, yaitu pada tanggal 10 Agustus hingga 10 Oktober 2014. Semua murid di Sekolah Tuanku Abdul Rahman, STARIAN, begitu kami menyebut mereka, adalah laki laki melayu muslim. Dan inilah pengalaman yang saya dapatkan selama dua bulan berada di Negeri Jiran.

Di Malaysia, untuk Sekolah Menengah harus ditempuh selama 5 tahun, yaitu dari tingkatan 1 hingga tingkatan 5. Setiap pagi pukul 07.30, semua STARIAN sudah berada di sekolah untuk menimba ilmu. Selama 7 jam mereka menghabiskan waktu nya untuk belajar di kelas. Dengan diawali berdoa bersama disetiap permulaan jam pelajaran, murid murid STAR selalu bersungguh-sunggh dalam menyimak penjelasan dari para Cikgu. Dalam sistem pendidikan, terutama dalam pembelajaran matematika, ada beberapa perbedaan antara sistem pendidikan Malaysia dan Indonesia. Beberapa perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: dalam penggunaan media pembelajaran, Malaysia menggunakan I-think(Innovative Thinking) dimana sebelum memulai pembelajaran murid murid diminta untuk menggambarkan peta pemikiran dari materi yang diajarkan. Sedangkan, di Indonesia biasanya menggunakan media presentasi atau model pembelajaran berbasis diskusi kelompok. Selain itu, dalam hal tipe soal yang diujiankan, Kementerian Pendidikan Malaysia mengadakan dua kali ujian untuk Sekolah Menengah, yaitu PT3(Pentaksiran Tingkatan 3) untuk tingkatan 3 dan SPM (Sijil Pelajaran Malaysia) untuk tingkatan 5. Untuk mata pelajaran matematika, soal ujian diberikan dalam bentuk Essay dan murid-murid diperbolehkan menggunakan kalkulator. Berbeda dengan Indonesia yang bentuk soalnya adalah pilihan ganda dan tidak diperkenankan menggunakan alat bantu.

Kegiatan belajar mengajar akan berakhir pada pukul 14.30 waktu Malaysia. Diluar kegiatan kelas, ada juga kegiatan wajib dan kegiatan luar kelas yang di ikuti oleh murid STAR. Kegiatan wajib ini dilaksanakan setelah pulang sekolah, yaitu riyadah petang dan preparation class di malam hari. Di sore hari, murid S.T.A.R akan berbondong bondong pergi ke lapangan, mengisi waktu senggang dengan kegiatan riyadah petang. Berbagai macam jenis olahraga yang dilakukan yaitu sepak bola, basket, voli, hoki, ragbi, kriket, dan marching band. Pukul 18.30 semua aktivitas olahraga berhenti dan tiba waktunya bersih diri untuk makan malam bersama dan mengikuti sholat maghrib berjamaah.

Di malam hari, tepat pukul 20.15 hingga 22.45 waktu Malaysia, STARIAN bergegas menuju kelas masing masing untuk preparation class malam. Prep malam adalah kelas tambahan untuk mengulang secara mandiri apa yang telah merekan pelajari tadi pagi. Sekalipun tanpa ditunggu oleh guru, mereka secara sadar membaca lagi materi yang belum dimengerti.

Selain itu, beberapa kegiatan di luar kelas yang pernah saya ikuti sebagai cikgu praktikal untuk mendampingi mereka adalah sebagai berikut:

  1. Discouse PT3: kegiatan ini adalah kegiatan belajar dalam suasana yang berbeda. Semua murid tingkatan tiga diberikan fasilitas untuk belajar di lingkungan alam terbuka, yaitu di Kem Intan Soraya. Guru-guru datang ke resort tersebut dan memberikan latihan soal untuk persiapan PT3 sesuai dengan matapelajaran yang bersangkutan. Diharapkan para murid tingkatan 3 dapat sukses mengerjakan PT3 pada bulan Oktober nanti.
  2. Marching Band Performance dalam 4th Asian School Hockey Championship di Stadium Azlan Shah.
  3. Youth Exploring Smart(YES)-Camp: kegiatan ini merupakan kemah kebangsaan untuk meningkatkan nasionalisme murid murid S.T.A.R yang dilaksanakan di Kem Bina Negara, Meru Klang, Selangor. Kegiatan ini diikuti oleh murid tingkaan 5 yang akan lulus dari Sekolah Menengah. Sehingga, setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan murid murid memilik kepribadian yang lebih baik.
  4. Old Boy Weekend(OBW) 2014 : Old boy Weekend adalah agenda tahunan S.T.A.R dimana semua alumni S.T.A.R, yaitu STAROBA dari berbagai angkatan akan datang ke sekolah untuk reuni. Tahun ini OBW dilaksanakan pada 5-7 September 2014. Banyak kegiatan yang dilakukan, yaitu mendirikan stand untuk setiap rumah selama 3 hari, lomba bicara berirama se-Kinta Utara, dan di malam hari nya ada Grand Dinner yang di hadiri oleh orang penting yang pernah memimpin S.T.A.R.
  5. Rugby Match antara Sekolah Tuanku Abdul Rahman(S.T.A.R) dan Malay College Kuala Kangsar (M.C.K.K.). Dalam pertandingan ini, S.T.A.R menempati juara ke-2.
  6. Peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia: Pada peringatan hari kemerdekaan Malaysia disemarakkan dengan serangkaian acara kompetisi yang diikuti oleh setiap kelas, seperti perlombaan poster, karaoke, kebersihan kelas, dsb. Pada penutupan ini diadakan Majelis Penutupan Peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia dengan Pembicara dari Rektor KUISAS.
  7. Majlis Penyerahan Watikah Ahli Lembaga Pengawas : Pemberian sertifikat dan penghargaan kepada murid S.T.A.R yang menjadi Badan Pengawas.

 

Sebagai Sekolah Berasrama Penuh (SBP), semua murid STAR tinggal di rumah yang berada di kawasan sekolah. S.T.A.R memiliki 6 rumah dengan warna yang berbeda yaitu Merah, Kuning, Putih, Hitam, Hijau, dan Biru. Segala kegiatan pun dilakukan bersama, mulai dari makan, sembahyang, serta dalam aktivitas lainnya. Disinilah saya belajar banyak hal, tentang kepemimpinan, kebersamaan, dan kemandirian. Dan, inilah yang membuat mereka berbeda, karena mereka memaksimalkan setiap detik yang dipunya untuk belajar. Tidak hanya belajar akademik, tapi untuk bidang non-akademik pun merekalah juara nya. Dengan selalu berada di asrama, ini yang membuat mereka terkontrol dan terpantau dalam belajar. Hasilnya, lahirlah para pemuda cemerlang yang saya pun bangga telah mengenal mereka.

This entry was posted in Informasi, Mahasiswa, News and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to [Berita dari Cik Gu Anggun]: PPL di Sekolah Tuanku Abdul Rahman, satu jalan membuka wawasan pendidikan…

  1. Julie Zulaifah says:

    Such an observant

  2. Ardhi Prabowo says:

    emejing experience (four thumbs up)

Form Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *