Sambung Rasa Dosen – Mahasiswa

Kamis, 19 Mei 2011 di Gedung D-10 Lantai 2 berlangsung kegiatan sambung rasa antara dosen dan mahasiswa. Sambung rasa merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setahun sekali oleh HIMATIKA sebagai sarana “curhat” antar civitas akademika Jurusan Matematika. Novita Wulandari, ketua panitia menyampaikan bahwa sebelum kegiatan ini digelar, panitia telah menjaring aspirasi mahasiswa melalui survey berbantuan angket. Materi terpilih yang dijaring melalui angket tersebut yang dibahas bersama-sama oleh dosen dan mahasiswa. Topik yang menjadi “rembugan” dalam sambung rasa saat ini antara lain sarana prasarana perkuliahan, permasalahan akademik dan etika komunikasi. Prof. Hardi, dosen “paling senior” yang hadir pada kegiatan tersebut berpesan kepada mahasiswa untuk membangun tata komunikasi yang baik antar dosen dan mahasiswa. Pesan tersebut dikuatkan oleh Pak Asikin (PD III FIMIPA) untuk mengingatkan moto kemahasiswaan MIPA yakni SUMEH (Sehat, Unggul, Menyenangkan, Energik dan Humanis).

This entry was posted in Informasi. Bookmark the permalink.

3 Responses to Sambung Rasa Dosen – Mahasiswa

  1. mhs mat says:

    mahasiswa adalah kaum intelek, yg seharusnya melakukan tindakan dan sikap yang mencerminkan sifat intelek itu sendiri. jika kita sebagai mahasiswa merasa sarana prasarana kurang memadai, kita juga harus introspeksi diri, sudahkah kita ikut menjaga dan merawat yang sudah ada secara maksimal.

    Bukankah manusia itu diberikan sesuatu sesuai kemampuan masing-masing, kalau kita tidak bisa menjaga yang sudah ada, mungkin sarana prasarana yang lebih baik dan lengkap belum pantas kita miliki.

    saat ini yang sering terjadi misalnya, untuk sekedar mematikan lampu ruang kuliah yg masih menyala saja tidak ada kesadaran, belum lagi LCD, AC, kran air kamar mandi, belum lagi soal buang sampah sembarangan, walaupun mungkin cuma bungkus permen, tapiii mari kita ikut memikirkan orang lain, ikut meringankan beban orang lain, bukankah yg bersih-bersih ruang kelas itu juga manusia, bukan mesin, teman-teman paham kan maksudnya apa?

    kalau yang kecil-kecil saja kurang diperhatikan, bagaimana kita akan mendapatkan yang wah dan mewah, mungkin itu hukum alam.. hmmmm… by the way, pesan pak rektor di antaranya seperti itu lho, bukankah moto kita “konservasi”????

  2. Isnarto says:

    Indah nian ungkapan dan ajakan yang disampaikan dalam comment ini, Sungguh bersyukur, Matematika mempunyai mahasiswa seperti ini. Pastilah ungkapan ini muncul dari insan yang Alloh anugerahkan kelebihan untuk mampu menata diri, dan mengajak orang lain menuju hal-hal yang lebih baik. Kita jadikan ungkapan ini sebagai sarana refleksi bagi kita.

  3. zaza says:

    sip, lanjutkan.

Form Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *